Skip to content

Cheese Platter, Apakah Halal dan Aman Dikonsumsi?

Cheese Platter dan Titik Kritis Halalnya

Cheese platter semakin populer karena tampilannya cantik, mewah, dan cocok disajikan dalam acara spesial atau dijadikan hampers. Terlebih lagi, sajian ini banyak muncul di media sosial sehingga membuat orang tertarik untuk mencobanya.

Karena sedang viral, tidak sedikit konsumen yang membeli cheese platter dari luar kota melalui jasa titip. Padahal, selain memperhatikan tampilannya, konsumen juga perlu memastikan kehalalan seluruh isi serta cara penyimpanan dan pengirimannya.

Apa Itu Cheese Platter?

Cheese platter adalah sajian berisi berbagai jenis keju yang ditata bersama crackers, roti, buah, kacang, madu, saus, selai, hingga daging olahan.

Karena isinya beragam, titik kritis halalnya tidak hanya terdapat pada keju, tetapi juga pada berbagai makanan pendamping di dalamnya.

Titik Kritis Halal Cheese Platter

Berikut beberapa bahan yang perlu diperhatikan:

1. Keju
Keju dapat menggunakan enzim rennet yang berasal dari mikroba atau hewan. Jika berasal dari hewan, sumber hewan dan proses penyembelihannya harus dipastikan halal.

2. Daging Olahan
Produk seperti salami, sosis, atau smoked beef perlu diperiksa karena dapat mengandung babi atau menggunakan daging yang proses penyembelihannya belum jelas.

3. Crackers dan Roti
Crackers dan roti dapat mengandung shortening, emulsifier, atau lemak hewani yang sumbernya perlu dipastikan.

4. Selai, Saus, dan Buah Kering
Produk tersebut dapat menggunakan gelatin, perisa, pewarna, atau bahan pelapis yang belum tentu jelas kehalalannya.

5. Kacang Olahan
Kacang yang telah diberi bumbu atau lapisan rasa dapat mengandung perisa, emulsifier, maupun bahan tambahan lainnya.

Oleh karena itu, pilih bahan yang sudah bersertifikat halal. Selain itu, pastikan alat potong dan wadah penyajiannya tidak digunakan bergantian dengan produk nonhalal.

Perhatikan Keamanan Pangannya

Cheese platter biasanya berisi keju lunak, daging olahan, saus, dan buah potong yang perlu disimpan dalam kondisi dingin.

Jika terlalu lama berada di suhu ruang, kualitas makanan dapat menurun dan risiko pertumbuhan bakteri bisa meningkat. Karena itu, cheese platter sebaiknya segera dikonsumsi atau langsung disimpan di dalam kulkas.

Pikir-Pikir Sebelum Jastip

Pengiriman jarak jauh tanpa cooler bag, ice gel, atau pengaturan suhu yang tepat dapat membuat cheese platter tidak lagi segar dan aman dikonsumsi.

Sebelum menggunakan jasa titip, pastikan waktu perjalanan tidak terlalu lama, kemasan pendingin digunakan, dan suhu produk tetap terjaga selama pengiriman. Setelah sampai, produk juga sebaiknya segera dimasukkan ke dalam kulkas.

Penutup

Cheese platter boleh terlihat estetik, tetapi konsumen tetap harus cermat. Pilih bahan yang jelas kehalalannya, konsumsi dalam kondisi segar, dan hindari jasa titip dengan sistem pengiriman yang berisiko.

Pastikan cheese platter yang dikonsumsi halal, aman, dan tetap terjaga kualitasnya.

Hubungi Kami

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang produk halal atau ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang sertifikasi halal, jangan ragu untuk menghubungi kami.
Telepon: 085117783938
Email: lphkht@muhammadiyah.id
Alamat: Jl. Menteng Raya No. 62

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *